Home Kesehatan Penyebab dan Cara Menghindari Ketindihan Sleep Paralysis

Penyebab dan Cara Menghindari Ketindihan Sleep Paralysis

272
0
Sleep Paralysis
Sleep Paralysis

SMARTLAPAK.COM – Penyebab dan Cara Menghindari Ketindihan Sleep Paralysis Hampir di beberapa wilayah di Indonesia sangat percaya apabila penyebab ketindihan atau erep-erep hal tersebut dikarenakan ulahnya makhluk halus yang mendidik manusia di atas tubuh. Akan tetapi ternyata untuk masalah penyebab ketindihan sebetulnya sudah banyak dijelaskan oleh ahli kesehatan jika hal tersebut bukanlah dikarenakan makhluk halus Akan tetapi karena beberapa penyebab yang akan kami bahas pada artikel kali ini.

Ketindihan atau au dalam istilah medis disebut sleep paralysis atau di beberapa wilayah disebut erep erep merupakan istilah untuk menggambarkan kondisi tidur yang terbangun dengan tiba-tiba akan tetapi bagian tubuh tidak bisa digerakkan sama sekali seperti ditindih sesuatu.

Penyebab dan Cara Menghindari Ketindihan Sleep Paralysis

Dikarenakan ketindihan sering disertai dengan halusinasi yang sangat aneh termasuk munculnya sosok yang menyeramkan sehingga gangguan tidur tersebut sampai saat ini ini sangat umum diyakini terjadi karena di tindih oleh makhluk halus, padahal secara ilmu medis fenomena ini sudah sangat bisa dijelaskan sebagai sleep paralysis atau kelumpuhan tidur.

Ketindihan yang terjadi di saat tertidur bisa disebut sebagai hypnagogic atau predormital dan selanjutnya ketika ketindihan terjadi pada saat bangun maka hal ini disebut dengan hipnopompik.

Penyebab ketindihan

Supaya Anda lebih mengenal terkait penyebab apa saja yang mengakibatkan ketindihan maka ternyata ada pembagian Fase tidur yang harus anda ketahui terlebih dahulu di mana tidur pada dasarnya bisa dibagi atas empat fase, yaitu tahapan tidur paling ringan selanjutnya tidur yang lebih dalam, tidur paling dalam dan yang terakhir rapid eye Movement.

Di saat fase tidur inilah yang dapat menjadi dasar proses terjadinya ketindihan atau kelumpuhan tidur dengan beberapa apa fase diantaranya:

pertama seseorang dari keadaan sadar ketika akan tidur akan beralih ke fase tidur paling ringan namun selanjutnya dengan tiba-tiba melompat ke fase mimpi. Sehingga dua tahap tidur terlewati yaitu tidur lebih dalam dan tidur paling dalam dan hal ini membuat gelombang otak tidak mengikuti tahapan tidur yang seharusnya dikarenakan kondisi tubuh Terlalu Lelah atau kurang tidur.

Kedua, otak mendadak harus terbangun dari tahap rem sedangkan tubuh masih dalam keadaan tidur yang paling dalam sehingga seseorang dapat merasa sangat sadar namun tubuh tidak bisa bergerak atau tidak bisa digerakkan di mana otak tiba-tiba alami halusinasi bisa jadi berupa bayangan menyeramkan di sekitar tempat tidur dan lain sebagainya.

Tahapan ketiga seseorang akan merasa panik dan merasa ketakutan dengan adanya halusinasi akan tetapi tubuh yang masih dalam keadaan tidur paling dalam Hanya dapat mengalami kesadaran di bagian tubuh atas yaitu mata dan telinga namun tubuh bagian bawah terasa sangat sulit untuk digerakkan.

Fase ke-4 setelah beberapa menit menjadi kombinasi proses halusinasi dan tubuh tidak dapat digerakkan maka biasanya akan ada sedikit rasa dingin yang menjalar dari ujung kaki ke seluruh tubuh dan secara perlahan ujung kaki atau tangan dapat digerakkan kembali dan halusinasi mengerikan pun akan menghilang.

Sehingga bisa disimpulkan apabila ketindihan bisa terjadi karena seseorang bangun di tengah fase rem dalam tidur di mana saat kelumpuhan tidur tersebut transisi tubuh ke atau dari tidur rem tidak sinkron dengan otak sehingga ketika bangun otak sudah sadar namun badan Belum sadar.

Adapun faktor penyebab yang memicu ketindihan diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Dikarenakan kurang tidur
  2. Jadwal tidur yang selalu berubah atau sangat tidak jelas
  3. Kondisi mental seperti stress atau gangguan bipolar
  4. Posisi tidur terlentang
  5. Suka menggunakan obat-obatan untuk adhd.

Tips menghindari ketindihan

Berikut adalah beberapa tips yang bisa anda lakukan supaya terhindar dari ketinggian atau sleep paralysis diantaranya adalah:

  • Memperbaiki kebiasaan tidur anda misalnya memastikan ada tidur pada jam 6 atau jam 8 setiap malam
  • Memakai obat antidepresan apabila anda depresi supaya bisa mengatur siklus tidur
  • Mengobati setiap masalah kesehatan mental yang bisa menyebabkan ketindihan
  • Mengobati gangguan tidur lainnya seperti narkolepsi atau kram kaki
  • Usahakan tidak tidur telentang dan anda bisa mencoba posisi tidur yang lain
  • Rajin berolahraga
  • Konsumsilah makanan bergizi.
Previous articleDr Richard Lee Resmi Ditahan Polisi Atas Dugaan Akses Ilegal
Next articleLyodra Ginting Masuk Wanita Tercantik di Dunia 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here