Home Dalam Negeri Pengamat Politik Menilai Ridwan Kamil Akan Jadi Calon Wapres Anies Baswedan

Pengamat Politik Menilai Ridwan Kamil Akan Jadi Calon Wapres Anies Baswedan

106
0
Pengamat Politik Menilai Ridwan Kamil Akan Jadi Calon Wapres Anies Baswedan
Pengamat Politik Menilai Ridwan Kamil Akan Jadi Calon Wapres Anies Baswedan

SMARTLAPAK.COM – Pengamat Politik Menilai Ridwan Kamil Akan Jadi Calon Wapres Anies Baswedan Salah seorang pengamat dan analisis politik dari direktur eksekutif aljabar strategic yaitu Arifki Chaniago menjelaskan apabila calon Wapres yang akan mendampingi Anies Baswedan dipastikan bukan AHY maupun Khofifah Indar Parawansa akan tetapi salah satu tokoh yang sangat terkenal di Jawa Barat yang saat ini menjadi gubernur yaitu Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil kemungkinan besar akan menjadi wakil presiden mendampingi Anies Baswedan apalagi diketahui jika Kang Emil mempunyai karir politik yang cemerlang salah satunya menjadi gubernur Jawa Barat dan baru masuk ke Partai Golkar dan diketahui jika Partai Golkar Yang menaungi Kang Emil adalah partai yang sangat dinamis dan arah politiknya bisa saja berubah di Pilpres 2024 yang akan datang.

Partai Golkar diketahui memang telah berada dalam gerbong polisi Indonesia bersatu dengan partai PAN dan partai PPP akan tetapi menurut pengamat politik Arifki dirinya menilai apabila Partai Golkar adalah partai yang bisa menyesuaikan diri dengan kondisi apapun situasinya dan juga keadaan.

Semenjak tahun 2004 yang lalu, diketahui apabila Partai Golkar selalu menempatkan diri mereka pada posisi yang aman dan selalu bergabung dengan pemerintahan, sehingga menurut sang pengamat politik jika Golkar menjadi salah satu partai yang sangat dinamis.

Apalagi diketahui pertemuan petinggi DPP PKS dengan tertinggi Partai Golkar yang berlangsung pada hari Selasa 7 Februari 2023 adalah salah satu upaya untuk mengajak Golkar bergabung dengan Koalisi perubahan yang resmi mendukung Anies Baswedan sebagai calon presiden.

Sebelumnya diketahui apabila Partai Nasdem Surya Paloh selaku ketua umum terlebih dahulu bertemu dengan Airlangga Hartaco Ketua Partai Golkar sehingga menurut Arifki, apabila polisi perubahan yang berisikan Partai Nasdem Demokrat dan PKS ingin memperkuat diri dengan menarik Golkar agar bisa bergabung dengan mereka.

Selanjutnya sekarang ini menurut sang pengamat politik terdapat banyak faksi di internal Golkar untuk beberapa kandidat capres sehingga menurutnya siapapun yang memang akan mudah kelembagaan dengan Golkar yang kalah untuk ditarik masuk ke dalam pemerintahan.

“Partai Golkar adalah partai yang dinamis ruang tersebut Wajar saja dibaca oleh Polisi perubahan untuk menarik Partai Golkar agar bergabung dengan polisi tersebut. Selanjutnya kib sampai saat ini belum menentukan capres dan cawapres untuk 2024 sehingga ruang tersebut lebih terbuka didekati oleh koalisi yang lain,” tegas Arifki

Previous articlePengamat Menduga Anies Melejit Bikin Panik Sandiaga dan Gerindra
Next articleBawa Anies di Kasus Korupsi Formula E KPK Diminta Menjelaskan SOP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here