Home Dalam Negeri Fakta Bocah Tasikmalaya Meninggal Akibat Dibully

Fakta Bocah Tasikmalaya Meninggal Akibat Dibully

150
0
Fakta Bocah Tasikmalaya Meninggal Akibat Dibully
Fakta Bocah Tasikmalaya Meninggal Akibat Dibully

SMARTLAPAK.COM – Fakta Bocah Tasikmalaya Meninggal Akibat Dibully Bocah Tasikmalaya berusia 11 tahun yang duduk di bangku sekolah SD yang ada di Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat dikabarkan meninggal dunia setelah dirinya menjadi korban bully dari sejumlah anak yang lain dan dikabarkan apabila almarhum meninggal setelah memperoleh perawatan dari rumah sakit pada hari Minggu 17 Juli 2022.

Bocah Tasikmalaya meninggal dunia akibat dibully menjadi di viral di media sosial di mana bocah naas tersebut dikabarkan meninggal usai mendapatkan perundungan dan atau bully dari beberapa rekannya dengan cara dipaksa untuk menyetubuhi seekor kucing akan tetapi sangat ironis pelaku merekam aksi perundungan ini lalu disebarluaskan di medsos sampai mendadak viral dan selanjutnya bocah Malang ini mengalami trauma depresi sampai meninggal dunia.

Ato Rinanto selaku Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia daerah Tasikmalaya menduga apabila rangkaian perlakuan bully yang dilakukan oleh para pelaku yang tidak lain merupakan teman korban bukan hanya menimbulkan ketakutan akan tetapi menimbulkan depresi sampai harus meninggal di rumah sakit.

Fakta Bocah Tasikmalaya Meninggal Akibat Dibully

Berikut adalah beberapa fakta yang berhasil kami rangkum terkait korban perundungan asal Tasikmalaya yang saat ini tengah viral di medsos.

Tidak berbicara kepada keluarga

Dari pengakuan Ato Rinanto apabila korban diduga tidak berani mengungkapkan dan menceritakan aksi bully yang ia dapatkan dari sejumlah temannya kepada pihak keluarga walaupun begitu menurut ato apabila saat ini timnya sedang melakukan pendalaman gejala apa yang dialami oleh korban supaya bisa mengetahui kronologi sebenarnya dari peristiwa tersebut.

Menurut pihak KPAID Tasikmalaya mereka langsung turun tangan dalam menangani kasus tersebut dan juga memberikan pendampingan kepada keluarga korban dan kepada terduga pelaku aksi perundungan yang memang masih berusia anak-anak.

Penjelasan RSUD

Dokter Ari Widodo selaku Kabid pelayanan kesehatan RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya belum lama ini memberikan informasi kepada awak media terkait kasus bully yang menimpa seorang bocah asal Tasikmalaya sampai meninggal dunia di mana menurut dokter apabila penyebab bocah SD tersebut meninggal dunia dipastikan depresi dan hal itu setelah dilakukan diagnosis di mana sang anak mengalami peradangan otak namun nyawa bocah Malang ini tidak tertolong walaupun sudah memperoleh penanganan medis yang sangat baik.

Setelah didiagnosis oleh pihak kedokteran almarhum meninggal akibat suspek typoid dan ensefalopati atau peradangan otak akibat komplikasi tifus.

15 saksi diperiksa polisi

Kombes Pol Ibrahim Tompo selaku Kabid humas Polda Jawa Barat menegaskan apabila dugaan perundungan berujung bocah depresi sampai meninggal dunia saat ini sudah ditangani oleh Polres Tasikmalaya dan sebanyak 15 saksi sudah dilakukan pemeriksaan untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Pihak kepolisian dalam menangani kasus ini memang sangat berhati-hati dikarenakan diduga pelaku masih berusia dibawah umur sehingga polisi harus melakukan secara proporsi dalam penanganan permasalahan tersebut.

Wagub Jawa Barat perundungan

Belum lama ini Bu ujan Ulum selaku Wakil Gubernur Jawa Barat langsung mengecam aksi perundungan dan ia meminta kepada pihak Kepolisian supaya ada efek Jera pada pelaku supaya kasus serupa tidak terulang lagi di manapun termasuk di Tasikmalaya.

Kecaman wakil Gubernur Jawa Barat ditulis melalui akun Instagram miliknya dan ia turut berduka cita dan berdoa supaya bocah Tasikmalaya meninggal dalam keadaan husnul khotimah dan ia pun meminta supaya ya tidak ada lagi perundungan dan atau kasus bully yang terjadi di Indonesia.

Selanjutnya menurut uU ruzhanul Ulum video viral tersebut bukanlah menyetubuhi kucing akan tetapi hanyalah adegan mirip persetubuhan sehingga ia meminta kepada masyarakat untuk tidak salah sangka dikarenakan dipastikan tidak ada tindakan persetubuhan.

Previous articlePresiden Jokowi Memperoleh Gelar Bapak Pemuda Dari Ormas Lintas Agama
Next articleAjang Citayam Fashion Week Bubar Jika Sirine Dibunyikan Jam 22.00 WIB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here