Home Tekno Dukung Prabowo Jadi Capres Presiden Jokowi Dikritik Pakar Hukum Tata Negara

Dukung Prabowo Jadi Capres Presiden Jokowi Dikritik Pakar Hukum Tata Negara

32
0
Dukung Prabowo Jadi Capres Presiden Jokowi Dikritik Pakar Hukum Tata Negara
Dukung Prabowo Jadi Capres Presiden Jokowi Dikritik Pakar Hukum Tata Negara

SMARTLAPAK.COM – Dukung Prabowo Jadi Capres Presiden Jokowi Dikritik Pakar Hukum Tata Negara Belum lama ini bivitri Susanti selaku ahli hukum tata negara memberikan kritikan pedas kepada Presiden Jokowi usai melakukan sebuah tindakan memberikan dukungan kepada menhan Prabowo Subianto menjadi calon presiden 2024 dimana menurutnya ucapan Jokowi tidak etis dan belum waktunya.

Dukung Prabowo jadi capres Presiden Jokowi dikritik pakar hukum tata negara gimana menurut bivitri Susanti apabila seharusnya Presiden Jokowi tidak memberikan dukungan kepada salah satu menterinya yang ingin menjadi capres akan tetapi tidak mengundurkan diri dan selanjutnya ia menilai para menteri berpotensi nantinya menyalahgunakan wewenang dan anggaran apabila nyapres tanpa mengundurkan diri.

Seperti diketahui Apabila Presiden Jokowi sempat menyatakan apabila dirinya menang Pilpres 2 kali dan setelah itu jatahnya untuk Prabowo Subianto dan Hal ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan warganet dan juga para pemerhati politik salah satunya ahli hukum tata negara di Fitri Susanti.

Menurut bivitri Susanti apa yang diucapkan oleh Presiden Jokowi sangatlah tidak etis dan harus dikritik keras dikarenakan hal ini sangat tidak baik dan selanjutnya ia menilai keadaan diperparah dengan putusan Mahkamah Konstitusi beberapa waktu yang lalu dimana pihak MK memperbolehkan menteri nyapres tanpa harus mengundurkan diri.

Selanjutnya menurut bivitri hal tersebut membuat Presiden Jokowi semakin tidak melihat Sisi ketidak etisan dari hal tersebut malahan Dia sangat khawatir apabila dukungan Jokowi dan MK pada sesuatu hal malah justru nantinya merugikan masyarakat Indonesia.

Di tempat lain tenaga ahli utama kantor staf presiden yaitu Ali Mochtar ngabalin membantah Pernyataan Bivitri di mana ia mengatakan jika pernyataan Presiden Jokowi adalah sesuatu hal yang biasa dan tanpa harus dibesar-besarkan apalagi digoreng.

Menurut ngabalin presiden Jokowi hanya memberikan pernyataan pujian kepada Prabowo Subianto melalui sebuah forum dan ia menyebut Jokowi tidak mempunyai kekuatan dalam mengusung Prabowo sebagai capres.

Selanjutnya menurut ngabalin apabila yang diucapkan oleh Presiden Jokowi merupakan sesuatu hal yang biasa apalagi presiden tidak mempunyai kekuatan untuk menentukan siapa yang akan menjadi capres mendatang.

Diketahui sebelumnya Apabila Presiden Jokowi mengatakan Pilpres berikutnya giliran kemenangan Prabowo dan hal tersebut ia sampaikan ketika membahas pengalaman menjadi pemenang pada pilpres 2014 dan Pilpres 2019.

“Saya dua kali di Pilpres juga menang, mohon maaf Pak Prabowo. Kelihatannya setelah ini dia tanya Pak Prabowo,” kata Presiden Jokowi pada peringatan ulang tahun perindo di MNC Tower, senin 7 November

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here