Home Dalam Negeri 3 Kali Ajukan Gugat ke MK, Cabup Yalimo Tetap Kalah

3 Kali Ajukan Gugat ke MK, Cabup Yalimo Tetap Kalah

181
0
3 Kali Ajukan Gugat Ke MK
3 Kali Ajukan Gugat Ke MK

SMARTLAPAK.COM – 3 Kali Ajukan Gugat ke MK, Cabup Yalimo Tetap Kalah Lakius Peyon calon Bupati yalimo adalah sosok calon Bupati pilkada 2020 yang ternyata mengajukan 3 kali gugatan ke MK, akan tetapi keputusan tetap sama apabila cabup yalimo tetap kalah pada Pilkada 2020.

Lakius Peyon dipastikan kalah ketiga kalinya dalam sengketa Pemilu 2020 untuk bupati kabupaten yalimo di mana mahkamah konstitusi atau MK dengan beberapa barang bukti menolak gugatan sengketa pemilu yang ia ajukan sampai ketiga kalinya tersebut.

3 Kali Ajukan Gugat ke MK, Cabup Yalimo Tetap Kalah

Di dalam perkara dengan nomor 145/PHP.BUP-XIX/2021, pihak MK tidak bisa menerima gugatan lakius marahan Mahkamah Konstitusi mengatakan apabila hasil Pilkada dengan surat keputusan KPU Kabupaten yalimo dengan nomor 301/PL.02.7/9122/2022 dipastikan sudah sah dan tidak bisa diganggu gugat.

Bunyi putusan yang dilansir secara resmi melalui website MK yang rilis Pada hari Kamis 10 Maret menyatakan apabila perolehan suara yang benar untuk pasangan calon nomor urut 1 yaitu pasangan Nahor Nekwek – John W. Wilil anne-marie sebanyak 48.504 suara.

Selanjutnya untuk pasangan nomor urut 2 bernama Lakius Peyon-Nahum Mabel mendapatkan suara sebanyak 41.548 suara dan Surat Keputusan Mahkamah Konstitusi ini tidak bisa diganggu gugat sehingga keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten yalimo dinyatakan sah.

Selanjutnya pihak MK memerintahkan kepada KPU Kabupaten yalimo agar bisa melakukan eksekusi putusan ini dan pihak KPU yalimo, diminta oleh Mahkamah Konstitusi untuk secepatnya menetapkan Pasangan calon Nahor-John sebagai pemenang Pilkada yalimo tahun 2020.

Seperti diketahui sebelumnya apabila sengketa pilkada yalimo pada pilihan kepala daerah 2020 terus bergulir lebih dari 1 tahun di mana calon Bupati bernama Lakius Peyon sudah mengajukan sebanyak 3 kali gugatan ke Mahkamah Konstitusi dikarenakan dirinya merasa dirugikan atas proses pilkada tersebut.

Untuk gugatan pertama yaitu terkait penetapan pemenang usai pemungutan suara Pilkada serentak yang berlangsung pada tanggal 9 Desember 2020 di saat itu KPU yalimo Resmi menyatakan pasangan Erdi dan Johan menjadi pemenang Pilkada dengan selisih 4.814 suara.

Selanjutnya Mahkamah Konstitusi saat itu mengabulkan gugatan lakius dan selanjutnya memerintahkan pemungutan suara ulang dan digelar di sebanyak 105 TPS distrik apalapsili dan Distrik Welarek yaitu pada tanggal 19 Maret 2021 dan kembali lagi Lakius Peyon allah telak.

Lakius Peyon diketahui kembali mengajukan gugatan kedua kalinya ke mahkamah konstitusi dan permasalahan yang dibawa yaitu status Erdi Dabi yang dianggap olehnya tersangka kasus kecelakaan ketika mabuk dan saat itu MK mengabulkan gugatan sehingga mendiskualifikasi Erdi-John.

Selanjutnya Pilkada kembali digelar untuk ketiga kalinya yaitu pada tanggal 26 Januari 2022 dan hasilnya tetap Lakiyus Peyon-Nahum kalah dan tidak menang malahan yang menang adalah pasangan calon Nahor Nekwek-John Wili.

Previous articlePenundaan Pemilu 2024 Ditolak Pemilih Partai Golkar & PKB Dari Hasil Survey LSI Denny JA
Next articlePemilu 2024 Ditunda Bisa Berakibat Muncul Kerusuhan Sosial

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here